Emosi Juga Bisa Berkembang Lho

Emosi merupakan aspek yang berkembang pesat pada saat anak berusia 1 sampai 5 tahun. Di masing-masing tahun anak memiliki pencapian-pencapaiannya masing-masing. Mulai dari anak berusia 1-2 tahun dimana mereka akan menangis ketika ditinggal pergi sementara pengasuhnya, diumur 2-3 tahun mereka akan mengalami kenaikan emosi yang naik turun dan meningkatnya rasa ingin tahu. Diumur 3-4 tahun mereka sudah mulai bisa menguasai emosinya, tapi kadang bentuk ekspresinya disertai dengan histeris. Diumur 4-5 tahun si kecil sudah bisa berempati dengan apa yang ada disekitarnya. Perkembangan tersebut bisa diasah dengan beberapa tips untuk mengasah emosi anak agar bisa dikontrol. Penasaran apa saja yang bisa dilakukan orang tua atau pengasuhnya agar perkembangan emosi anak usia dini menjadi maksimal? Berikut adalah ulasannya.

Anak usia 1-2 tahun

Anak pada usia ini akan merasa tidak nyaman dan cenderung gelisah ketika ditinggal pergi oleh pengasuhnya. Pada masa ini peran pengasuhnya adalah melatih mereka dengan keadaan tersebut. coba tinggalkan mereka dalam sehari 10-15 menit dan biarkan mereka sendiri. Jangan bepergian mendadak, tapi berpamitan kepada mereka dan bilang bahwa anda akan kembali. Sekembalinya anda dari waktu yang sudah ditentukan tadi, sambut sikecil dengan penuh kasih sayang.

Kegiatan ini nantinya akan memupuk kemandirian anak sejak dini. Memang awalnya mereka akan merasa cemas dan menangis pastinya, tapi ketika rasa percaya sudah mulai tumbuh pada anak dan pengasuhnya, maka hal tersebut akan bisa dilakukan.

Anak usia 2-3 tahun

Anak pada usia ini memiliki emosi yang meluap-luap. Selalu tanyakan kepada sang anak akan apa penyebab mereka menangis atau tertawa. Hal ini akan membuat anak bisa mulai membedakan mana emosi positif dan mana emosi negative. Selalu berikan feedback bagi anak yang bisa mengkomunikasikan keluh kesahnya karena hal tersebut membuat anak merasa di hargai. Selain itu, orang tua dan pengasuh yang bijak diperlukan disini. Lebih baik menanyakan penyebab anak menangis dari pada membentak mereka yang nantinya akan menciptakan gap antara anak dan pengasuhnya.

Anak usia 3-4 tahun

Hindari memarahi anak ketika emosi mereka meluap. Pada tahap ini diperlukan empati dari pengasuhnya. Tempatnya diri anda sebagai anak jika mengalami kejadian tersebut. Buat sang anak merasa bahwa anda sebagai pengasuh berada di pihaknya agar anak merasa lebih nyaman.

Anak usia 4-5 tahun

Anak diumur ini sudah memiliki emosi yang jauh lebih terkontrol dari umur sebelumnya. Ajarkan mereka problem solving dan beri mereka kebebasan dalam mengekspresikan apa yang dia ingin ungkapkan. Peran pengasuh kembali mengabil porsi penting pada tahap ini. Melarang anak melakukan ini itu justru akan membuat anak menjadi pasif dikemudian hari. 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *